SERANGAN SISTEMATIK TERHADAP GEREJA
Kairo, 11 November (Open Doors News) - Ini adalah pertempuran cepat dan tidak ada yang terluka, tapi itu khas dari apa yang para pemimpin Gereja Koptik Mesirkatakan ini adalah peningkatan upaya untuk melecehkan ke-Kristenan sejak terjadirevolusi di negara itu pada 2011. Insiden terakhir terjadi Senin, 5 November di Shoubra el Kheima distrik Utara Kairo, di mana pusat pelayanan Gereja Koptik Ortodoks sedang dibangun. Setelah shalat Ashar, kelompok Muslim Salafi menduduki lokasi konstruksi. Mereka menggantungkan tanda: ". Masjid Maha Penyayang" atau Masjed El Rahman,
The Maspero Youth Union (Serikat Pemuda Maspero), sebuah kelompok aktivis Koptik, mengatakan pada halaman Facebook-nya bahwa penyusup menegaskan bahwa gereja tidak memiliki izin yang diperlukan untuk membangun. Para pejabat pemerintah kemudian mengatakan bahwa gereja memiliki semua izin yang diperlukan.
Namun sekitar 24 jam, anggota Gereja Koptik harus memperhatikan kelompok Salafi yang bersikeras gereja Kristen tidak punya hak atas tanah tersebut. Pada dini hari Selasa, beberapa anggota Serikat Pemuda Maspero membuat jalan ke bangunan mereka dan mulai mengajukan pertanyaan-pertanyaan dari parapemrotes itu.
Menurut anggota serikat itu, salah satu anggota Salafi mengatakan;"Kami memiliki sebuah masjid kecil di ujung jalan dan kehadiran gereja di sini akan menyinggung kami, '"
"Dan apakah masjid kecil ini memiliki izin?" Pemuda Koptik bertanya,"Apakah rumah Allah perlu izin?'" katanya anggota Salafi itu balik bertanya. "Saya sangat terkejut dengan jawabannya," kata Pemuda Koptik.
Uskup Gereja Koptik Antonius Marcos, yang mengawasi wilayah Kairo untuk gereja, mendesak orang-orang Kristen untuk menghindari konfrontasi langsung dengan kelompok Salafi bahkan saat ia mengajukan keluhan dengan pejabat pemerintah.
"Gereja tidak bermaksud atau ingin memiliki jenis konfrontasi dengan siapa pun. Kita semua adalah saudara yang tinggal di negara yang sama, "kata Uskup Marcos.
Menurut lembaga pemerhati Timur Tengah, yang berbasis di Inggris, Asosiasi HAMKristiani, proyek konstruksi gereja mendapat dukungan dari gubernur Mesir.
Kelompok Salafi akhirnya meninggalkan lokasi konstruksi pada hari Selasa.
Pendudukan singkat dari konstruksi bangunan itu terjadi hanya satu hari setelahPaus Gereja Koptik yang baru dipilih, Uskup Tawadros II, yang akan memangkutugasanya pada 18 November. Dia menggantikan Paus Shenouda III, yang meninggal pada bulan Maret. Anggota Gereja Koptik berjumlah lebih dari 10 juta dari 80 juta orang penduduk Mesir. Dalam sebuah wawancara televisi hari Senin sebelum Salafi mengambil alih tanah bangunan Gereja Koptik, Tawadros mengatakan Pemerintah Mesir harus berbuat lebih banyak untuk melindungi GerejaKoptik, yang telah menjadi objek dari sejumlah serangan. Paus yang baru jugamengusulkan agar perlindungan terhadap orang Koptik masuk kedalam konstitusi Mesir, saat ini sedang diperdebatkan di seluruh negeri dan mendapat tentangankeras dari berbagai kelompok, seperti Salafi.
Salafisme adalah gerakan yang menekankan ketaatan pada bentuk Islam yang dipraktikkan oleh generasi awal umat Islam. Partai Nour Salafi pada tahun 2011 memenangkan seperempat kursi di parlemen Mesir, kedua setelah Ikhwanul Muslimin. Bersama dengan kelompok-kelompok Muslim konservatif, Salafi menggelar demonstrasi hari Jumat di Tahrir square, Kairo menuntutdiberalukannya hukum Islam, atau syariah, dalam konstitusi baru. KelompokMuslim yang lebih moderat, bersama-sama dengan orang Kristen dan unsur-unsur liberal lainnya, berusaha untuk menjaga konstitusi senetral mungkin dalam masalah agama. Mereka melakukan demonstrasi mereka sendiri beberapa minggu sebelumnya di Tahrir, meskipun mereka kalah jumlah di Majelis Konstituante, yang menyusun konstitusi dan didominasi oleh Ikhwanul Muslimin dan Nour.
The Maspero Pemuda Uni mengambil namanya dari bangunan besar yang merupakan rumah bagi organisasi Radio dan Televisi Mesir, di mana pemuda menggelar demonstrasi di Oktober 2011 untuk memprotes penghancuran awal dari sebuah gereja Kristen di Mesir selatan. Pasukan keamanan dan Angkatan Darat menewaskan 28 dari para demonstran, sebagian besar dari mereka orang-orang Koptik.
Catatan:
Mesir menempati urutan No 15 dalam World Watch List; Daftar negara yang paling sulit untuk hidup sebagai seorang Kristen.
okee.. udah selesai mbacanya kan? XD ini gw kutip dari www.opendoorsindonesia.org masih banyak lagi masalah kekristenan yang muncul kok..
gw sih masih bersyukur, gak perlu sembunyi" kalau mau ibadah.. gak perlu debat buat mempertahanin gereja gw.. gw salut sama orang" diluar sana yang relain semuanya buat mempertahanin cinta mereka sama Tuhan.
jujur sampe saat ini gw masih takut kalo seandainya nanti *amitamit* ketika kejadian itu terjadi di kota gw.. gw takut kalo gw lebih milih ningalin Tuhan daripada mepertahanin cinta gw sama Tuhan X_X
0 comments:
Post a Comment