"inilah hari yang dijadikan Tuhan, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya! -mazmur 118:24"
Di suatu pertemuan pagi hari yang baru baru ini saya hadiri, orang yang membuka pertemuan tersebut memulainya dengan berdoa demikian "Tuhan, terimakasih untuk hari ini. inilah awal dari suatu hari baru yang belum pernah kami lihat sebelumnya." walaupun maksudnya cukup jelas, doa itu membuat saya berpikir tentang dua hal.
pertama, karena setiap hari merupakan suatu kesempatan baru, hari demi hari akan dipenuhi dengan hal hal yang tidak bisa kita antisipasi atau bahkan diperkirakan. oleh karena itu, penting bagi kita untuk menyadari keterbatasan kita dan bersandar sepenuhnya kepada Allah. Artinya, kita secara sadar memilih untuk hidup dalam anugrah dan kekuatan dari-Nya, dan tidak bersandar dari kemampuan diri sendiri.
Hal kedua, yang muncul dibenak saya adalah sesuatu yang baru dari setiap hari adalah suatu pemberian yang layak untuk dirayakan. mungkin konsep inilah yang mendorong pemazmur untuk menyatakan, "inilah hari yang dijadikan Tuhan, marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita oleh karena-Nya" (mzmur 118:24).
tentu saja kita menghadapi banyak hal yang tidak pasti hari iini, dann beberapa diantaranya menyulitkan kita. akan tetapi keindahan yang diberikan oleh setiap hari baru itu begitu istimewa sehingga Musa terdorong untuk menulis "Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana." setiap hari baru adalah pemberian yang berharga. mari dengan bersyukur kita menyambut hari lepas hari dengan keyakinan yang teguh dan sukacita dalam kerendahan hati. -WEC
*kutipan Santapan Rohan*
jadi bagaimana menurut kalian? apa yang harus kita lakukan? hhmm tentu saja bersyukur setiap hari! atas hari2 yang sudah tuhan beri buat kita, semua itu Anugrah, walaupun semua orang bisa merasakan, tapi lebih indah lagi kalo kita merasakan anugrah itu dengan penuh ucapan syukur guys! =D GBu
0 comments:
Post a Comment