Tetapi supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan. —1 Korintus 12:25
Saat kami turun dari bus di sebuah rumah pengasuhan bagi anak-anak dengan keterbatasan mental dan fisik di Copse, Jamaica, saya tidak mengira akan bertemu dengan seorang pemain football. Sementara para remaja anggota paduan suara dan orang-orang dewasa yang mendampingi berbaur dengan anak-anak yang ingin mereka peluk, sayang dan ajak bermain, saya menemui seorang pemuda bernama William.
Saya tidak tahu pasti apa diagnosa medisnya, tetapi kemungkinan ia menderita cerebral palsy (kelumpuhan otak yang menyerang saraf motorik). Dengan perlahan, saya melemparkan sebuah bola yang saya bawa turun dari bis kepada William, tetapi ia menjatuhkannya.
Saya mengambil bola itu dan meletakkannya ke tangannya, dengan perlahan ia memutar-mutar bola itu sampai bisa memegangnya sesuai dengan cara yang diinginkannya. Lalu, dengan bersandar pada sebuah besi pembatas untuk menjaga keseimbangan, William melempar bola itu dalam suatu putaran yang sempurna. Sepanjang 45 menit berikutnya, kami bermain lempar tangkap—ia melempar dan saya menangkap. William tertawa terus-menerus dan sikapnya memikat hati saya. Pada hari itu, saya yakin, dampak yang diberikannya pada saya sebesar pengaruh saya kepadanya. Ia mengajar saya bahwa kita semua dibutuhkan sebagai bagian dari tubuh Kristus, yaitu gereja (1 Kor. 12:20-25).
Orang sering mengabaikan kalangan yang berbeda dari dirinya. Namun orang-orang seperti Williamlah yang mengajarkan kepada kita bahwa sukacita dapat hadir di saat kita menerima orang lain dan berbelaskasihan terhadap mereka. Apakah ada William di lingkungan Anda yang memerlukan Anda untuk menjadi kawannya? —JDB
Tuhan, tolonglah kami untuk melihat betapa kami saling membutuhkan
dalam perjalanan kami mengikut Kristus. Kiranya kami dapat
menunjukkan kasih-Mu kepada mereka yang berbeda dari kami.
Berilah kami hati yang rela untuk belajar. Amin.
dalam perjalanan kami mengikut Kristus. Kiranya kami dapat
menunjukkan kasih-Mu kepada mereka yang berbeda dari kami.
Berilah kami hati yang rela untuk belajar. Amin.
Kita membutuhkan satu sama lain supaya kita menjadi pribadi yang Allah kehendaki.
aku mau share sedikit tentang saat teduh ini ni =D dulu aku juga punya temen yang "aneh" aku sama temen2ku selalu menjauhi dia. kalo dia butuh bantuan aku, aku pasti menolak, ngajak omong dia ajak kalo lagi kepepet. temen2 tu pda blang kalo deket2 dia itu kita bisa kenal virus. haha, tapi terus ad salah seorang guru yang menyadarkan aku dan teman2 sekelas ku, guru itu menceritakan semua tentang kehidupan dia, kehidupannya yang susah, dia harus mengurus keluarganya. aku langsung berpikir dia itu hebat! sejak saat itu aku ngak pernah menjauhi dia lagi, aku selalu berbagi sama dia kalo ada kelebihan, dan kita bisa menjadi temaan. dan benar! sukacita yang dirasakan itu kerasa banget.
jadi, apakah disekitar kalian ada orang seperti ini? sering kalian caci maki? tapi kalian sadar gak dia itu malah orang yang benar2 membutuhkan kita.
Selamat Bersaaat teduh! God Bless!
0 comments:
Post a Comment